Rabu, 03 Agustus 2011
Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan
Indikator
1. Membandingkan macam organ penyusun sistem ekskresi pada manusia
2. Mendeskripsikan fungsi sistem ekskresi
3. Mendata contoh penyakit yang berhubungan dengan sistem ekskresi yang
biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya

Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.

Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit.

Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:
1. Paru-paru,
2. Hati,
3. Kulit, dan
4. Ginjal.
Paru-paru
PARU-PARU (PULMO)
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura
FUNGSI PARU-PARU


PARU-PARU (PULMO)
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura
FUNGSI PARU-PARU
Seorang anak sedang menghembuskan nafas di depan kaca, kemudian kaca tersebut akan terlihat berembun


Seorang anak meniup botol yang berisi air kapur yang telah diendapkan. Terjadi perubahan warna air kapur dari yang mulanya jernih menjadi keruh

Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).

Di dalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung
Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:
1. Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
2. Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
3. Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.

KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU





Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4
Penderita asma yang sedang menggunakan inhaler

Paru-paru normal

Paru-paru penderita kanker

Paru-paru penderita emphysema
 


CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU


Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:
1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur
2. Berolah raga dengan teratur
3. Istirahat minimal 6 jam per hari
4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba
5. Hindari Stress
Hati
HATI (HEPAR)

 




Arahkah kursor ke bagian hati
Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.

Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu

FUNGSI HATI
 
KELAINAN-KELAINAN PADA HATI


Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.
Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT



Proses masuknya empedu ke kantong empedu

Proses masuknya empedu ke kantong empedu

Klik tombol play untuk melihat animasi

FUNGSI HATI
Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk:
1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah
2. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula
3. Membentuk protein tertentu dan merombaknya
5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin
Rabu, 20 Juli 2011
Kelas 9: Sistem Ekskresi PDF Print E-mail
Written by Kosasih Iskandarsjah
Saturday, 03 May 2008

Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru, hati, kulit, dan ginjal.

Sistem Ekskresi - 1
Kode YouTube: wdBsm8E1wuM

Sistem Ekskresi - 2
Kode YouTube: RJItaB8M24c

Sistem Uriner - 1
Kode YouTube: chhNaLi9P3E

Sistem Uriner - 2
Kode YouTube: _kQYCDTi4wI

Pengeluaran Air Kencing dari Kantong Kencing
Kode YouTube: tZg-Q4w-flc

Sistem Pernafasan
Kode YouTube: JrawNbjq91g

Sistem Pencernaan
Kode YouTube: sCn5uvvc3WE

Last Updated ( Monday, 30 June 2008 )
Senin, 20 Juni 2011
E. Bahan Pengajaran:
Pertumbuhan dan Pengembangan Organisme
Apa jenis perubahan terjadi pada hewan selama hidup mereka?

Bandingkan perubahan yang terjadi pada ayam dan kupu-kupu. Kedua hewan perubahan berbeda saat mereka tumbuh. Hewan mana yang muncul untuk perubahan yang lebih?
Pernahkah Anda mengamati perubahan yang terjadi pada benih jagung seperti tumbuh?  
Jika Anda membandingkan fase berkecambah dan fase jatuh tempo yang berikut, yang menunjukkan fase pertumbuhan yang lebih, atau yang lebih banyak perubahan fase? .  
Setiap organisme mengalami perubahan selama hidupnya. Perubahan termasuk perubahan dalam ukuran, yang kecil menjadi lebih besar, satu pendek jadi lebih panjang, satu cahaya menjadi lebih berat, dan sebagainya.Pertumbuhan peningkatan ukuran dari suatu organisme. Ini adalah perubahan kuantitatif terukur. Misalnya, daun peningkatan panjang dan lebar. Ini berarti bahwa panjang dan lebar daun dapat diukur dalam sentimeter atau meter. Kita dapat mengatakan bahwa mereka grow.Another perubahan diamati dalam pengamatan sebelumnya perubahan benih yang tumbuh menjadi anakan. Perubahan seperti milik baik pertumbuhan dan perkembangan.Contoh perkembangan adalah perubahan yang terjadi ke ayam dewasa. Ketika mencapai fase reproduksi, ia memiliki kapasitas untuk bertelur. Tidak ada peningkatan dalam ukuran fisik tapi ada perubahan penting dalam kehidupan ayam: kapasitas reproduksinya. Dalam proses perkembangan, perubahan yang terjadi disebut perubahan kualitatif, yang tidak dapat diukur. Ketika telur adalah sekitar menetas, tidak ada peningkatan dalam ukuran tetapi ada proses penting dari pengembangan: menetas telur. Lihat juga Gambar menunjukkan kupu-kupu yang baru lahir keluar dari kepompongnya.
Beberapa Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan PembangunanPertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup dipengaruhi oleh berbagai faktor, stan eksternal dan internal. Faktor yang dari dalam tubuh organisme dan dari lingkungan.Faktor internal datang dari dalam tubuh. Ada ditentukan oleh gen. Pekerjaan gen ini terlihat dalam karya hormon dan enzim. Sebuah hormon, auksin, misalnya meningkatkan jumlah dan ukuran sel-sel batang pohon. Hal ini menyebabkan pohon tumbuh lebih tinggi dan lebih besar. Sebuah enzim misalnya, enzim pencernaan pada mamalia memungkinkan makanan dicerna dan bsorbed oleh tubuh. Makanan diserap digunakan untuk menyusun sel-sel baru untuk tumbuh dan berkembang.Faktor lingkungan terkait dengan apa pun di lingkungan seperti udara, air, tanah, dan sinar matahari. Sinar matahari memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Ini mempengaruhi jumlah klorofil, pembentukan tanaman muda, masa berbuah, dan kemampuan untuk membentuk dan menyimpan makanan.Organisme sebagian besar terdiri dari air. Air adalah pelarut, atau zat yang larut zat lainnya. Semua nutrisi dapat dimanfaatkan oleh tubuh organisme karena mereka larut dalam air. Demikian pula, semua zat yang harus dibuang dari tubuh juga harus larut, atau mampu membubarkan, di dalam air.
Pertumbuhan hewanHewan melakukan pertumbuhan selama siklus hidup mereka. Siklus hidup mereka dimulai dari kelahiran mereka, dan kemudian terus tumbuh, matang, memproduksi dan mati.Hewan membutuhkan makanan untuk pertumbuhan mereka. Makanan memberikan mereka dengan energi untuk tumbuh. Tapi ada hewan yang tidak bergerak, misalnya, kandang yang menempel pada batu untuk sisa hidup mereka.Berdasarkan makanan mereka, hewan dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora. Makanan hewan 'biasanya terdiri dari bahan organik.Berikut adalah beberapa contoh hewan proses 'pertumbuhan dan perkembangan.
Perubahan bentukBeberapa hewan seperti kupu-kupu dan katak mengalami fase metamorfosis penampilan yang berbeda. Gambar 1.4 mengilustrasikan fase metamorfosis dari seekor katak.Sebuah katak mulai siklus hidupnya sebagai zigot dari telur dibuahi. Telur kemudian menetas dan kecebong keluar. Kecebong Sebuah mampu berenang untuk mencari makanan. Hal ini terus tumbuh dan kemudian berubah bentuk. Pertumbuhan dimulai dengan anggota badan (atau kaki), paru-paru, dan gigi yang tumbuh di dalam mulut. Perubahan yang akan mendukung kehidupan kecebong di darat mulai saat ini.Apa yang terjadi dengan ekor kecebong? Setelah anggota tubuhnya tumbuh, kecebong tidak perlu ekor untuk bergerak. Apakah ekor datang dari tubuh? Ini tidak. Hal ini menjadi lebih kecil dan lebih kecil sehingga secara bertahap menggabungkan withs tubuh katak muda. Setelah beberapa bulan tubuh katak muda telah menyelesaikan proses metamorfosis nya. Metamorfosis adalah perubahan dari suatu organisme dalam satu siklus hidup. Ketika metamorfosis selesai, hewan keuntungan bentuk dewasanya. Pola perubahan selesai dan siklus dapat terjadi dalam setiap individu baru dari spesies.Kupu-kupu sebenarnya bentuk dewasa dari organisme yang telah mengalami metamorfosis lengkap melalui fase-fase menjadi larva, pupa sebuah, dan imago (individu dewasa) Pada saat tertentu larva menjadi tidak aktif dan disebut pupa. Dalam fase ini pupa memiliki sebuah coccoon. Pupa berubah menjadi kupu-kupu dewasa dalam bentuk yang sama sekali berbeda. Ini tidak terlihat seperti ulat lagi.Belalang memiliki berbagai jenis metamorfosis. Metamorfosis mereka tidak lengkap dan ini melibatkan tiga fase, yaitu telur, nimfa, dan dewasa.Nymph lebih kecil dari yang dari belalang dewasa tetapi tidak memiliki sayap. Tapi secara keseluruhan mereka memiliki bentuk seperti belalang dewasa. Secara bertahap sayap dan sistem reproduksi terus tumbuh sampai mereka sepenuhnya siap untuk melanjutkan siklus hidup mereka. Mereka kawin dan bereproduksi belalang muda mereka sendiri. Hewan lain yang memiliki metamorfosis tidak lengkap adalah nyamuk.Beberapa organisme dapat melawan kepunahan karena mereka mereproduksi dan dapat beradaptasi dengan baik. Berbagai perubahan mungkin terjadi selama proses menghasilkan generasi baru. Sebuah suksesi bergantian dari satu generasi ke generasi banyak perubahan lain karakteristik fisik yang berbeda terjadi pada beberapa organisme. Proses ini disebut metagenesis.
MetagenesisPerubahan fisik generasi, pakis, atau metagenesis cukup fenomena unik. Ada dua fase yang berbeda dalam satu siklus hidup organisme yang mengalami metagenesis. Dalam satu fase, spora diproduksi. Pada tahap lain, sel seksual atau gamet yang dihasilkan. Fase memproduksi spora yang disebut fase sporofit, dan fase memproduksi gamet-disebut fase gametofit. Spora yang dihasilkan memiliki 2n kromosom diploid atau komposisi dan gamet yang dihasilkan memiliki komposisi n atau chromosom haploid.Ketika Anda mengamati pakis, Anda akan melihat bahwa ada kelompok sporangia pada permukaan bawah daun (Lihat Gambar 1.8.). Ini berarti bahwa tanaman ini dalam tahap sporophyte. Tanaman pakis yang Anda mengamati adalah anggota dari generasi sporofit. Jika spora pada musim gugur sporangia di tempat yang lembab, masing-masing akan tumbuh dan meratakan menjadi struktur berbentuk hati yang disebut prothallium. maka akan menghasilkan gamet jantan dan betina.Dalam satu siklus pergantian terjadi sbetween tahap sporophyte, di mana spora dengan kromosom diploid diproduksi, dan tahap gametofit, dimana gamet dengan kromosom haploid yang dihasilkan. Pergantian dari dua tahap yang dikenal sebagai silih bergantinya generasi atau metagenesis.Wilayah pertumbuhan tanamanSpesies tanaman yang berbeda tumbuh berbeda-beda. Beberapa spesies tumbuh menjadi tanaman pendek dengan batang lunak. Mereka tinggal hanya beberapa minggu atau beberapa bulan. Beberapa spesies lain tumbuh tinggi dan besar, memiliki batang kayu, dan hidup selama bertahun-tahun. Apa bagian dari tanaman kontrol pertumbuhan mereka?Bagaimana tanaman menjadi lebih lama? Amati batang tanaman pada Gambar 1.11. Pada batang Anda melihat dua jenis tunas. Di ujung ada tunas terminal, yang juga dikenal sebagai meristem apikal. Hal ini menentukan kenaikan panjang tanaman. Sepanjang batang terdapat tunas lateral, yang juga dikenal sebagai tunas samping atau tunas ketiak. Mereka akhirnya dapat tumbuh menjadi cabang-cabang, daun, atau bunga. Tunas adalah awal pertumbuhan baru dan titik-titik di mana mereka muncul adalah node pertumbuhan. Beberapa spesies tanaman memiliki batang yang terus menjadi lebih besar. Bahkan, beberapa batang besar seperti yang ditemukan di pohon-pohon kayu (pohon jati, dan beberapa pohon hutan) bahkan 1 sampai 2 meter dengan diameter. Mengapa mereka menjadi begitu besar? Pembesaran induk ditentukan oleh adanya suatu kambium. Kambium ini terletak antara xilem dan floem dan fungsinya adalah untuk membentuk xilem baru dan floem.
Gambar menggambarkan meningkatnya ukuran diameter batang buritan. Hal ini karena jumlah meningkat xilem dan floem dalam arah yang sama. Ini berarti bahwa kambium terus memproduksi xilem baru dan floem. Ujung batang dilindungi oleh epidermis di bagian luar. Dalam setiap bagian yang diperbesar dari batang epidermis menjadi rusak karena floem baru diproduksi. Untuk menggantinya, perlindungan baru terbentuk dalam bentuk jaringan gabus Mengapa xilem baru dan floem arae terus diproduksi? Apakah Anda tahu fungsi mereka? Mereka adalah jaringan pembuluh darah untuk transportasi. Xilem mengangkut air dan mineral solusi dari akar ke sleaves. Floem mengangkut produk fotosintesis dari daun ke seluruh organ tanaman. Karena fungsi mereka adalah penting, jaringan-jaringan ini terus diproduksi. Semakin besar ukuran batang, yang lebih dan floem xilem ada. Selain batang, akar juga 'tumbuh lagi menembus tanah. Dimana zona yang menentukan pertumbuhan akar? Untuk menjawab pertanyaan ini.
E. Teaching Materials:

Growth and Development of Organisms

            What kind of changes happen to animals during their life? Compare the changes that happen to a chicken and a butterfly. Both animals change   differently as they grow. Which animal appears to change more? Have you ever observed the changes that happen to a corn seed as it grows? If you compare the germinating phase and the maturing phase that follows, which phase shows more growth, or which phase  changes more?  . Every organism experiences changes during its life. The changes include changes in size, a small one becoming larger, a short one becoming longer, a light one becoming heavier, and so on.
Growth is an increase in size of an organism. It is a  quantitatively measurable change. For example, leaves increase in length and width. It means that the length and width of leaves can be measured in centimeters or meters. We can say that they grow.Another  change  observable in  the previous        observation was the change of a seed that sprouted into a seedling. Such a change belongs to both growth and     development.
An example of development  is the change that  happens to an adult hen. When it reaches its                     reproductive phase, it has the capacity to  lay eggs. There is no increase in its physical size but there is an important change in the hen’s life:  its reproductive capacity.  In the developmental process, the change that happens is called a qualitative change, which cannot be measured. When an egg is about to hatch, there is no increase in its size but there is an important process of development: the egg hatches. See also Figure showing a newly-born butterfly coming out of its cocoon.

Some Factors that Influence Growth and Development
Growth and development of  living thing are        influenced by various factors, booth external and internal.         Factor are from  inside the body of the organism and from the environments.
The internal factors are coming from inside the body. There are determined by genes. The work  of  genes is seen in the work of hormones and enzymes. A hormone, auxin, for  example increases  the number and the size of the cells of a tree trunk. It causes the tree grow taller and bigger.  An    enzyme for  example,           digestive  enzymes in mammals enable food to be digested and a bsorbed by the body. The absorbed food is used to           compose new cells to grow and develop.
Environmental factors are related to anything in the environment such as air, water, soil, and sunlight. The sunlight plays an important role in the growth and         development of plants. It affects quantity of chlorophyll, formation of young plants, period of fruition, and the ability to form and store food.
The organisms consist mostly of water. Water is a solvent, or a substance that dissolves various other substances. All nutrients can be utilized by the body of     organisms because they dissolve in water. Similarly, all   substances that must be disposed from the body must also be soluble, or able to dissolve, in water.

Growth of animals
Animals are  performing growth during their life cycle. Their life cycle starts from their  birth, and then continues to grow, mature, produce and die.
Animals need food for their growth. Food gives them with energy to grow. But there are  animals that do not move, for example, corrals that cling to rocks for the rest of their life.
Based on their food, animals can be classified into three groups, namely herbivorous, carnivorous, and omnivorous. Animals’ foods normally consist of organic materials.
Below are some examples of animals’ growth and development processes.

 

Metamorphosis
Some animals such as butterflies and frogs undergo  metamorphosis  phases of different appearances. Figure 1.4 illustrates the metamorphosis phases of a frog.
A frog starts its life cycle as a zygote from a   fertilized egg. The egg then hatches and a tadpole comes out. A tadpole is able to swim  to find food. It continues to grow and then change  shapes. The growth starts with limbs (or legs), lungs, and teeth that grow inside the mouth. Changes that will support the tadpole’s life on land begin at this time.

What happens to the tail of a tadpole? After its limbs grow, the tadpole does not need a tail to move about. Does the tail come off the body? It does not. It becomes smaller and smaller so that it gradually merges withs the body of the young frog. After a few months the body of the young frog has completed its metamorphosis process. Metamorphosis is the change of an organism in one life cycle. When the metamorphosis is completed, the animal gains its adult shape. The pattern of change is complete and the cycle may occur in any new             individual of the species.
Butterflies are actually adult forms of organisms that have experienced a complete  metamorphosis through the phases of  being a larva, a pupa, and an imago (adult individuals) At a given moment a larva becomes inactive and it is called a pupa. In this phase pupa has a coccoon. The pupa changes into an adult butterfly in a completely different shape. It does not look like a caterpillar anymore.
Grasshoppers have different types of a  metamorphosis . Their metamorphosis is incomplete and it involves three phases, namely egg, nymph, and adult.
Nymph are smaller than that of an adult                grasshoppers but it has no wings .  But on the whole they have the shape as adult grasshoppers . Gradually the wings and a system of reproduction keep growing until they are fully ready to continue their life cycle. They mate  and reproduce young grasshoppers of their own. Another animal that has an incomplete metamorphosis is a mosquito .
            Some organisms can resist extinction because they reproduce and can adapt well. Various changes may occur during the process of producing a new            generation. An alternating succession from one generation to another generation many change physically different characteristics occurs in some organisms. This process is called metagenesis.

Metagenesis
            The physical change  of generations, of ferns, or  metagenesis is quite a unique    phenomenon. There are two different phases in one life cycle of            organisms which experience metagenesis. In one phase, spores are produced. In the other phase, sexual cells or gametes are produced. The spore-producing phase is called the sporophyte phase, and the gamete-producing phase is called the      gametophyte phase. The spores produced have a 2n or diploid chromosome         composition and the gametes produced have an n or haploid chromosome           composition.
When you observe ferns, you will see that there are groups of sporangia on the lower surface of the leaves (See Figure 1.8.). It means that the plant is in the sporophyte stage. The fern plants you are observing are members of a sporophyte generation. If the spores in the sporangia fall on a moist place, each will grow and be flatten into a heart-shaped structure called prothallium. it will produce male and female gametes.
In one lifecycle an alternation occurs  sbetween the sporophyte stage, in which spores with diploid chromosomes are produced, and the gametophyte stage, in which gametes with haploid chromosomes are produced. The alternation of the two stages is known as the alternation of generations or metagenesis.
The growth areas of plants
Different species of plants grow differently. Some species grow into short plants with soft stems. They live for only a few weeks or a few months. Some other species grow tall and large, have wooden trunks, and live for years. What part of  the plants controls their growth?
            How do plants become longer? Observe the stem of a plant in Figure 1.11. On the stem you see two types of buds. At the tip there is a terminal bud, which is also known as an apical meristem. It determines the increase of plant length. Along the stem there are lateral buds, which are also known as side buds or             axillary buds. They can finally grow into branches, leaves, or flowers. Buds are the start of new growth and the points where they appear are nodes of growth. Some plant species have stems that keep becoming larger. In fact, some large stems like those found in wooden trees ( teak trees, and some forest trees) are even 1 to 2 meters in diameter. Why do they become so large? Stem enlargement is determined by the presence of a cambium. The cambium is       located between the xylem and phloem  and its function is to form new xylem and phloem .
           
Figure illustrates the increasing size of the diameter of the stern  stem. It is because the quantity of xylem and phloem increases in the same direction. It means that the cambium keeps producing new xylem and phloem. The stem tip is protected by epidermis on the outside. In any enlarged part of the stem  the epidermis  become               damaged due to the newly produced phloem. To replace it, a new protection is formed in the shape of cork tissues            Why new xylem and phloem arae continously produced? Do you know their function? They are vascular    tissues for transport. Xylem transports water and mineral    solutions from the roots to the sleaves. Phloem transports   photosynthesis products from leaves to all plant organs.      Because their function is important, these tissues are                 continuously produced. The larger the size of the stem, the more xylem and phloem  there are. Besides the stem, the roots’ also grow longer penetrate the soil. Where are the zones that determine root growth? To answer  this question.

E. Teaching Materials:

Growth and Development of Organisms

            What kind of changes happen to animals during their life? Compare the changes that happen to a chicken and a butterfly. Both animals change   differently as they grow. Which animal appears to change more? Have you ever observed the changes that happen to a corn seed as it grows? If you compare the germinating phase and the maturing phase that follows, which phase shows more growth, or which phase  changes more?  . Every organism experiences changes during its life. The changes include changes in size, a small one becoming larger, a short one becoming longer, a light one becoming heavier, and so on.
Growth is an increase in size of an organism. It is a  quantitatively measurable change. For example, leaves increase in length and width. It means that the length and width of leaves can be measured in centimeters or meters. We can say that they grow.Another  change  observable in  the previous        observation was the change of a seed that sprouted into a seedling. Such a change belongs to both growth and     development.
An example of development  is the change that  happens to an adult hen. When it reaches its                     reproductive phase, it has the capacity to  lay eggs. There is no increase in its physical size but there is an important change in the hen’s life:  its reproductive capacity.  In the developmental process, the change that happens is called a qualitative change, which cannot be measured. When an egg is about to hatch, there is no increase in its size but there is an important process of development: the egg hatches. See also Figure showing a newly-born butterfly coming out of its cocoon.

Some Factors that Influence Growth and Development
Growth and development of  living thing are        influenced by various factors, booth external and internal.         Factor are from  inside the body of the organism and from the environments.
The internal factors are coming from inside the body. There are determined by genes. The work  of  genes is seen in the work of hormones and enzymes. A hormone, auxin, for  example increases  the number and the size of the cells of a tree trunk. It causes the tree grow taller and bigger.  An    enzyme for  example,           digestive  enzymes in mammals enable food to be digested and a bsorbed by the body. The absorbed food is used to           compose new cells to grow and develop.
Environmental factors are related to anything in the environment such as air, water, soil, and sunlight. The sunlight plays an important role in the growth and         development of plants. It affects quantity of chlorophyll, formation of young plants, period of fruition, and the ability to form and store food.
The organisms consist mostly of water. Water is a solvent, or a substance that dissolves various other substances. All nutrients can be utilized by the body of     organisms because they dissolve in water. Similarly, all   substances that must be disposed from the body must also be soluble, or able to dissolve, in water.

Growth of animals
Animals are  performing growth during their life cycle. Their life cycle starts from their  birth, and then continues to grow, mature, produce and die.
Animals need food for their growth. Food gives them with energy to grow. But there are  animals that do not move, for example, corrals that cling to rocks for the rest of their life.
Based on their food, animals can be classified into three groups, namely herbivorous, carnivorous, and omnivorous. Animals’ foods normally consist of organic materials.
Below are some examples of animals’ growth and development processes.

 

Metamorphosis
Some animals such as butterflies and frogs undergo  metamorphosis  phases of different appearances. Figure 1.4 illustrates the metamorphosis phases of a frog.
A frog starts its life cycle as a zygote from a   fertilized egg. The egg then hatches and a tadpole comes out. A tadpole is able to swim  to find food. It continues to grow and then change  shapes. The growth starts with limbs (or legs), lungs, and teeth that grow inside the mouth. Changes that will support the tadpole’s life on land begin at this time.
What happens to the tail of a tadpole? After its limbs grow, the tadpole does not need a tail to move about. Does the tail come off the body? It does not. It becomes smaller and smaller so that it gradually merges withs the body of the young frog. After a few months the body of the young frog has completed its metamorphosis process. Metamorphosis is the change of an organism in one life cycle. When the metamorphosis is completed, the animal gains its adult shape. The pattern of change is complete and the cycle may occur in any new             individual of the species.
Butterflies are actually adult forms of organisms that have experienced a complete  metamorphosis through the phases of  being a larva, a pupa, and an imago (adult individuals) At a given moment a larva becomes inactive and it is called a pupa. In this phase pupa has a coccoon. The pupa changes into an adult butterfly in a completely different shape. It does not look like a caterpillar anymore.
Grasshoppers have different types of a  metamorphosis . Their metamorphosis is incomplete and it involves three phases, namely egg, nymph, and adult.
Nymph are smaller than that of an adult                grasshoppers but it has no wings .  But on the whole they have the shape as adult grasshoppers . Gradually the wings and a system of reproduction keep growing until they are fully ready to continue their life cycle. They mate  and reproduce young grasshoppers of their own. Another animal that has an incomplete metamorphosis is a mosquito .
            Some organisms can resist extinction because they reproduce and can adapt well. Various changes may occur during the process of producing a new            generation. An alternating succession from one generation to another generation many change physically different characteristics occurs in some organisms. This process is called metagenesis.

Metagenesis
            The physical change  of generations, of ferns, or  metagenesis is quite a unique    phenomenon. There are two different phases in one life cycle of            organisms which experience metagenesis. In one phase, spores are produced. In the other phase, sexual cells or gametes are produced. The spore-producing phase is called the sporophyte phase, and the gamete-producing phase is called the      gametophyte phase. The spores produced have a 2n or diploid chromosome         composition and the gametes produced have an n or haploid chromosome           composition.
When you observe ferns, you will see that there are groups of sporangia on the lower surface of the leaves (See Figure 1.8.). It means that the plant is in the sporophyte stage. The fern plants you are observing are members of a sporophyte generation. If the spores in the sporangia fall on a moist place, each will grow and be flatten into a heart-shaped structure called prothallium. it will produce male and female gametes.
In one lifecycle an alternation occurs  sbetween the sporophyte stage, in which spores with diploid chromosomes are produced, and the gametophyte stage, in which gametes with haploid chromosomes are produced. The alternation of the two stages is known as the alternation of generations or metagenesis.
The growth areas of plants
Different species of plants grow differently. Some species grow into short plants with soft stems. They live for only a few weeks or a few months. Some other species grow tall and large, have wooden trunks, and live for years. What part of  the plants controls their growth?
            How do plants become longer? Observe the stem of a plant in Figure 1.11. On the stem you see two types of buds. At the tip there is a terminal bud, which is also known as an apical meristem. It determines the increase of plant length. Along the stem there are lateral buds, which are also known as side buds or             axillary buds. They can finally grow into branches, leaves, or flowers. Buds are the start of new growth and the points where they appear are nodes of growth. Some plant species have stems that keep becoming larger. In fact, some large stems like those found in wooden trees ( teak trees, and some forest trees) are even 1 to 2 meters in diameter. Why do they become so large? Stem enlargement is determined by the presence of a cambium. The cambium is       located between the xylem and phloem  and its function is to form new xylem and phloem .
           
Figure illustrates the increasing size of the diameter of the stern  stem. It is because the quantity of xylem and phloem increases in the same direction. It means that the cambium keeps producing new xylem and phloem. The stem tip is protected by epidermis on the outside. In any enlarged part of the stem  the epidermis  become               damaged due to the newly produced phloem. To replace it, a new protection is formed in the shape of cork tissues            Why new xylem and phloem arae continously produced? Do you know their function? They are vascular    tissues for transport. Xylem transports water and mineral    solutions from the roots to the sleaves. Phloem transports   photosynthesis products from leaves to all plant organs.      Because their function is important, these tissues are                 continuously produced. The larger the size of the stem, the more xylem and phloem  there are. Besides the stem, the roots’ also grow longer penetrate the soil. Where are the zones that determine root growth? To answer  this question.

 A. Standard of Competence:
1. To understand the various systems in human body.
A. Standar Kompetensi:
     1. Untuk memahami berbagai sistem dalam tubuh manusia.


B. Basic Competence:
1.1.    To analyze the importance of growth and development of organism
B. Kompetensi Dasar:
     1.1. Untuk menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan organisme
C. Indicators to achieve the competence:
     1. To distinguish between growth and development.    
     2. To explain the growth and development of plants.
     3. To mention the factors that influence growth and development.
     4. To mention the phases of growth and development in animal.
     5. To compare metamorphosis between meta-genesis.
C. Indikator untuk mencapai kompetensi:
    1. Untuk membedakan antara pertumbuhan dan pembangunan.
    2. Untuk menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
    3. Untuk menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
    4. Untuk menyebutkan fase pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
    5. Untuk membandingkan metamorfosis antara meta-genesis.

D. Objectives Learning
The students are able to:
    1. Distinguish between growth and development.
    2. Explain the growth and development of plants.
    3. Mention the factors that influence growth and development.
    4. Mention the phases of growth and development in animal.
    5. Compare metamorphosis between meta-genesis.

D. Tujuan Pembelajaran
Para siswa dapat:
   1. Bedakan antara pertumbuhan dan pembangunan.
   2. Menjelaskan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
   3. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
   4. Sebutkan tahapan pertumbuhan dan perkembangan pada hewan.
   5. Bandingkan metamorfosis antara meta-genesis.
 
Jumat, 10 Juni 2011
Pendahuluan
Arti Penting Taman Rumah Tangga

Kehadiran taman dalam sebuah rumah tinggal sudah menjadi keharusan. Pasalnya, taman bisa memberikan berbagai manfaat yang sangat vital bagi kebutuhan penghuni rumah atau pun orang yang hanya sekadar melintasi halaman rumah. Taman dengan segala elemen penyusunnya mampu memberikan nuansa yang berbeda dari tampilan rumah tinggal. Asri, sejuk, dan aroma bunga adalah kesan yang dimunculkan dari sebuah taman. Umumnya, sebuah taman yang dibuat di halaman rumah tinggal akan mengikuti desain rumah itu sendiri sehingga tercipta keselarasan di antara keduanya.
Elemen Penyusun Taman
Elemen penyusun taman yaitu hal-hal yang digunakan untuk menyusun taman sedemikian rupa sehingga tercipta keselarasan dan bisa dinikmati. Elemen penyusun taman sangat beragam, tetapi untuk memudahkan dalam pengenalan, sebaiknya dikelompokkan menjadi 2, yaitu elemen keras dan elemen lunak. Elemen keras yaitu tampilan penyusun taman yang bersifat keras. Umumnya, elemen keras juga merupakan benda mati. Sementara, elemen lunak yaitu segala hal sebagai penyusun taman yang bersifat lunak. Umumnya, elemen lunak merupakan mahluk hidup, baik berupa tanaman maupun hewan. Namun, dari porsinya, tanaman sangat mendominasi sebagai elemen lunak penyusun taman.
Di samping berdasarkan penyusunnya, elemen taman juga dibedakan menjadi elemen mayor dan elemen minor. Elemen mayor merupakan elemen taman yang sudah disediakan oleh alam dan kita sebagai manusia sulit untuk mengubahnya. Beberapa contohnya yaitu laut dan gunung. Sementara, elemen minor yaitu sediaan alam yang oleh manusia masih bisa diubah tampilannya, misalnya sungai, danau, dan padang rumput. Elemen mayor dan minor rasanya tidak perlu dibahas lebih dalam. Untuk menampilkan sebuah taman rumah tinggal yang indah, elemen lunak dan keras mempunyai pengaruh yang sangat penting.
A. Elemen Keras
Elemen keras pada sebuah taman juga sering dikenal dengan ornamen taman. Kehadiran elemen dekoratif ini sangat berpengaruh pada tampilan taman secara keseluruhan. Elemen keras sebagai aksen pada taman memang sangat beragam. Masing-masing memiliki fungsi dan memberikan nilai seni yang berbeda. Beberapa jenis elemen keras yang kerap digunakan yaitu patung, lampu taman, tempayan, kolam dan air terjun, gazebo, jalan setapak, batu-batuan, ayunan, dan pernak-pernik dari gerabah.
Salah satu elemen estetik pada beberapa taman yaitu patung. Bagi beberapa orang, mungkin patung merupakan sebuah ungkapan kreatif yang menghasilkan bentuk tiga dimensi, terbuat dari berbagai materi yang pengerjaannya melalui berbagai etnik. Patung-patung tersebut merupakan benda seni yang pembuatannya cukup rumit dan bernilai seni tinggi. Kebanyakan taman Bali menggunakan patung sebagai salah satu elemen kerasnya. Patung dewa lebih mendominasi dalam hal ini. Tujuannya antara lain untuk menjaga taman beserta rumah tinggalnya. Terlepas dari itu semua, patung memang memiliki nilai seni tinggi bila dihadirkan sebagai elemen dekoratif pada sebuah taman rumah tinggal.
Selain sebagai penerang, lampu taman dengan desain yang cantik merupakan elemen keras yang hampir dijumpai pada berbagai jenis taman. Dilihat dari efek sinar yang dipancarkan, lampu taman pun sangat beragam. Lampu mercury, lampu sorot, lampu neon, hingga lampu tradisional yang berbahan minyak tanah kerap menjadi inspirasi pada beberapa desain taman rumah tinggal. Bahan lampu itu sendiri pun beragam, mulai dari batu alam, kayu, bambu, semen, besi, hingga kaca. Tidak hanya dari cup lampu, tiang lampu pun sangat beragam dengan berbagai ukuran. Untuk memperlunak tampilan lampu taman, bisa dilakukan dengan kombinasi tanaman merambat sepanjang tiang lampu taman.
Tempayan tampil eksotik di taman baik dengan atau tanpa ditanami tanaman. Namun, umumnya tempayan ditanami tanaman air. Pada beberapa taman, tempayan sering digunakan sebagai center point karena desainnya yang cukup unik. Berbagai ukiran dari etnik di tanah air menjadikan tempayan tampil lebih elegan. Pada pemasangannya, tempayan ada yang disangga dengan tiang atau tanpa penyangga. Tiang ini biasanya didesain dan disesuaikan dengan ukuran tempayan yang hendak digunakan.
Elemen air merupakan penyelaras untuk beberapa jenis tanaman. Kehadiran elemen air akan membuat kesan taman menjadi lebih alami. Apalagi pada taman tropis, kehadiran elemen air diharuskan. Pada taman Jepang pun elemen air mendominasi. Umumnya, air ditampung dalam sebuah kolam dengan berbagai desain dan ukuran. Kelengkapan kehadiran air dalam kolam yaitu air mancur atau air terjun. Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai seni sehingga kehadiran kolam bisa dinikmati setiap saat. Gemericik air pada kolam juga menimbulkan suara alami. Tanaman air merupakan pelengkap tampilan kolam, baik tanaman hias air daun ataupun tanaman hias air bunga.
Gazebo memiliki fungsi yang cukup penting dalam sebuah taman, apalagi bila taman yang bersangkutan berukuran besar. Hampir semua aktivitas bersantai dan menikmati keindahan taman dilakukan di sini. Dalam keadaan penat, gazebo adalah tempat yang sangat pas untuk menenangkan pikiran, apalagi bila taman yang ada di sekitarnya begitu estetik. Sebaiknya, gazebo juga bisa digunakan sebagai tempat untuk bernaung dari panas matahari dan curahan air hujan. Di samping fungsi utamanya, tampilan gazebo yang estetik dan unik akan menambah keindahan sebuah taman. Misalnya, atap gazebo yang terbuat dari ijuk memberikan kesan alami sebuah taman. Dinding dan tiang penyangganya yang terbuat dari kayu atau bambu juga memberikan nuansa pedesaan yang asri.

Jalan setapak pada taman memiliki arti yang sangat penting. Dengan adanya jalan setapak, tanaman—terutama rumput—tidak terinjak oleh kita saat ingin menikmati seluruh sudut taman. Di samping itu, beberapa jenis jalan setapak juga menambah keindahan sebuah taman rumah tinggal. Batu alam adalah yang sangat dominan dalam pemilihan bahan pembuat jalan setapak. Batu-batu tersebut ditata sedemikian apik hingga terbentuk motif-motif tertentu, misalnya berliku-liku, berstrata (undak-undakan), atau terpenggal-penggal yang disesuaikan dengan panjang langkah kaki. Penggalan-penggalan ini bisa berbentuk bulat, oval, segi tiga, atau kotak-kotak.

Batu-batuan alam yang ditata di dalam taman memberikan kesan alami. Pada taman Jepang, elemen batu alam digunakan sebagai penyeimbang kolam dan terkadang merupakan center point karena dominasi rumput yang cukup luas. Sementara pada taman tropis, batu yang digunakan cenderung sekaligus dipadukan sebagai jalan setapak. Warnanya pun tidak hanya terbatas pada warna hitam. Kuning dan putih merupakan beberapa jenis warna yang sesuai untuk dipadukan dengan warna rumput yang umumnya berwarna hijau.
Ayunan memang kurang familiar pada beberapa jenis taman. Namun, pada taman Jawa, ayunan digunakan sebagai tempat untuk bersantai di taman. Bahan yang bisa digunakan untuk ayunan pun cukup beragam, mulai dari besi, kayu atau bambu, hingga tali atau tambang yang disusun. Aksen warna yang muncul dari ayunan juga bisa menyemarakkan taman, apalagi bila taman tersebut kurang semarak dengan kehadiran bunga-bungaan. Namun, ayunan umumnya ditambahkan bila taman yang dimiliki memiliki area yang cukup luas karena ukuran ayunan sendiri cukup besar. Bila taman yang dimiliki sempit, di samping keterbatasan lahan juga tidak terciptanya proporsional antara ayunan dengan elemen penunjang taman lainnya, terutama elemen lunak (tanaman).
Pernak-pernik dari gerabah—misalnya gentong—menjadi pilihan ketika kesan etnik ingin dimunculkan dari taman. Ukiran bentuk lucu bisa menjadi motif dari pernak-pernik ini. Bentuk pernak-pernik ini juga bisa dihadirkan lewat tempat sampah atau tempat duduk. Pot tanaman yang berbentuk unik juga kerap dijadikan sebagai elemen dekoratif yang estetik.
Elemen Lunak
Seperti disebutkan di muka, elemen lunak terdiri dari tanaman dan binatang. Namun, dominasi tanaman tentunya lebih banyak. Keberadaan binatang di sini umumnya dipengaruhi oleh tanaman. Kupu-kupu misalnya, hadir ke taman karena daya tarik dari bunga. Sari-sari bunga merupakan daya tarik bagi kupu-kupu. Sebenarnya, keduanya mendapatkan keuntungan dari pertemuan tersebut. Bunga bisa melakukan penyerbukan berkat bantuan kupu-kupu, sedangkan kupu-kupu sendiri memperoleh makanan dari sari bunga.
(gambar taman yang dipenuhi oleh serangga:kupu2, lebah dll)
Keberadaan kupu-kupu atau semacamnya di taman memang indah. Namun, elemen lunak yang keberadaannya bisa dipilah dan ditata adalah tanaman. Tanaman memang sangat beragam. Umumnya, untuk ditanam di taman dipilih tanaman yang memiliki nilai keindahan sehingga bisa dinikmati. Tanaman seperti ini disebut dengan tanaman hias. Untuk mempermudah pembahasan, tanaman hias dikelompokkan menjadi tanaman hias bunga dan tanaman hias daun.
1. Tanaman Hias Bunga
Tanaman dikelompokkan sebagai tanaman hias bunga bila memiliki kuntum bunga yang indah, baik dari segi bentuk, warna, kekompakkan, atau aromanya. Pada umumnya, tanaman hias bunga membutuhkan jumlah dan intensitas sinar matahari dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini digunakan untuk pembentukan bunga. Di lihat dari strata tanaman, tanaman hias bunga cukup beragam, yaitu tanaman hias bunga pohon, tanaman hias bunga perdu, tanaman hias bunga merambat, dan tanaman hias bunga penutup tanah.
(gambar tanaman hias bunga)
Tanaman hias bunga pohon umumnya berbatang kayu dan berdaun rimbun. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi 2 meter atau lebih. Di samping daunnya bisa digunakan sebagai pelindung dari terik panas matahari, tanaman ini juga memiliki bunga yang indah. Dadap merah, kasia emas, flamboyan, bunga kupu-kupu, dan plumeria merupakan beberapa jenis tanaman hias bunga pohon yang banyak digemari oleh hobiis tanaman hias. Beberapa jenis tanaman ini memiliki musim berbunga yang berbeda-beda. Ketika musim berbunga tiba, biasanya tanaman akan semarak dengan bunga. Tanaman ini umumnya ditanam pada taman rumah tinggal dengan areal yang cukup luas.
(gambar tanaman hias bunga pohon)
Tanaman hias bunga semak jenisnya paling banyak dibandingkan jenis pohon dan penutup tanah. Umumnya, tanaman ini memiliki tinggi kurang dari 2 meter. Adenium, euphorbia, anthurium bunga, mawar, melati, oleander, lantana, kemuning, dan bunga matahari merupakan beberapa contoh yang kerap ditanam orang di taman rumah tinggal. Pada beberapa jenis, tanaman hias bunga perdu digunakan sebagai eye catcher pada taman, misalnya adenium. Bunganya yang kompak menjadi daya tarik, di samping bentuk bonggolnya yang indah. Ragam warna bunga atau daun pada tanaman hias bunga semak yang ditanam di taman rumah tinggal akan menyemarakkan seantero taman.
Pada beberapa taman, tanaman hias bunga sering digunakan untuk memperlunak bangunan, misalnya pergola atau pagar. Tanaman ini umumnya memiliki batang yang bisa menjalar pada tiang atau apa saja. Ada pula tanaman yang menjalar dengan menempelkan akarnya. Beberapa jenis tanaman hias bunga rambat yaitu alamanda, mandevila, thunbergia, nona makan sirih, dan air mata pengantin.
Selain rumput, tanaman hias bunga perdu juga bisa dimanfaatkan sebagai penutup tanah. Selain fungsi utamanya menutup tanah agar tidak mudah terkikis oleh air hujan, tanaman ini juga menyajikan keindahan bunganya. Umumnya, tanaman ini tumbuh menjalar di permukaan tanah. Beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai penutup tanah yaitu krokot, bawang brojol, seruni jalar, aster, sutera bombay, kacang hias, dan ptunia.
2. Tanaman hias daun
Tanaman disebut tanaman hias daun bila tanaman tersebut memiliki bentuk dan warna daun yang indah. Umumnya, warna daun pada tanaman memang hijau, namun pada beberapa jenis tanaman hias daun, warna daun cukup variatif. Ungu, merah, kuning, dan variegata merupakan warna yang banyak mendominasi warna daun pada tanaman jenis ini. Di samping warna, bentuk daun juga menjadi daya tarik tersendiri pada tanaman hias daun. Bentuk jantung, oval, bulat, menjari, dan tak beraturan merupakan beberapa contoh bentuk daun tanaman hias daun. Seperti halnya tanaman hias bunga, tanaman hias daun pun sama dalam hal pembagian, yaitu tanaman hias daun pohon, tanaman hias daun perdu, tanaman hias daun penutup tanah, dan tanaman hias daun rambat.
(gambar tanaman hias daun)

Tanaman hias daun pohon memiliki bentuk tajuk yang indah dan lebat, di samping bentuk daunnya yang memang unik. Umumnya, ukuran daun pada tanaman hias daun pohon berukuran kecil. Kerai payung merupakan contoh tanaman hias daun yang memiliki bentuk tajuk yang kompak dan rimbun. Cemara, pinus, dan beringin variegata merupakan beberapa jenis tanaman yang berdaun indah.
Tanaman hias daun perdu sangat beragam dan penampilannya pun sangat atraktif. Aglaonema misalnya, memiliki banyak jenis pada tampilan daunnya. Keindahan daunnya juga berasal dari perpaduan antara warna penyusunnya. Pada beberapa jenis, warna aglaonema merah berbintik kuning atau hijau. Sungguh perpaduan warna yang kontras, tetapi sangat selaras. Warna-warna variegata juga sangat memukau, misalnya pada walisongo variegata.
(gambar aglonema)
Tanaman hias daun penutup tanah yang banyak ditanam orang di taman rumah tinggal di antaranya nanas kerang, bromelia, sambang darah, dan lili paris. Lili paris misalnya, perpaduan warna hijau dan kuning pada bentuk daun yang memanjang cukup mempesona. Daun bromelia sangat beragam, dari kuning, hijau, merah, atau perpaduan warna-warna tersebut.
Sirih gading merupakan jenis tanaman hias daun yang tumbuh merambat pada tanaman pohon. Warna daun perpaduan antara kuning dan hijau memberikan kesan gagah sebagai pemanjat. Sementara, pohon duit umumnya dirambatkan pada pagar tembok. Kehadiran tanaman ini memberikan kesan dinamis dan bisa memperlunak tampilan tembok sebagai pembatas taman dengan lingkungan luar.
Di samping pembagian berdasarkan strata tanaman, tanaman hias daun juga dikelompokkan berdasarkan kemampuannya untuk tumbuh di tempat teduh (ternaungi) atau tidak ternaungi. Beberapa jenis tanaman hias daun yang tahan ternaungi di antaranya yaitu bambu jepang, lili paris, kuping gajah, aglaonema, nolina, dan suplir. Sementara, tanaman hias daun yang tidak tahan terhadap naungan yaitu walisongo, pinus, beringin, kastuba, puring, bromelia, dan hanjuang.
 




Prinsip-Prinsip Dasar Desain Taman
Untuk membuat sebuah taman rumah tinggal, sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan sehingga tampilan taman secara keseluruhan bisa dinikmati. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika merencanakan sebuah taman rumah tinggal yaitu tema yang akan digunakan, ketersediaan lahan (ruang), jenis tanaman (elemen lunak) yang hendak dipakai, warna taman yang ingin dimunculkan, aroma apa yang ingin diciptakan, dan terakhir dilengkapi dengan pembuatan sketsa.
A. Tema
Seperti telah dibahas di awal, ada beberapa jenis tema (gaya) taman, yaitu taman Eropa, taman Jepang, taman tropis, dan taman tradisional Indonesia, di antaranya taman Bali dan taman Jawa. Pemilihan tema taman juga bisa didasarkan pada kesan yang ingin ditampilkan, misalnya taman berkesan alami, romatis, maskulin, eksklusif, atau minimalis. Memang, pemilihan tema sangat tergantung pada selera sang pemilik. Namun, pemilihan tema taman juga sebaiknya disesuaikan dengan mikroklimat daerah setempat. Misalnya, kita ingin membuat taman tropis, sedangkan lingkungan kita merupakan daerah yang gersang dengan suhu lingkungan yang tinggi dan tingkat curah hujan yang rendah. Kemungkinan tujuan kita untuk membuat taman tropis akan sulit tercapai karena tanaman tidak bisa tumbuh optimal di tempat tersebut. (gambar jenis taman eropa, jepang, tropis dan indonesia)
B. Ketersediaan Lahan
Pembuatan taman rumah tinggal sangat ditentukan oleh ketersediaan lahan halaman rumah kita. Lahan tersebut tidak hanya terbatas pada halaman depan, halaman samping atau belakang juga sangat memungkinkan untuk dibuat taman. Jika lahan untuk taman yang kita miliki luas, tentunya akan lebih memudahkan dalam merancang sebuah taman. Namun, bila lahan yang kita miliki cukup sempit, perancangan taman harus benar-benar matang dan pemilihan elemen penunjang taman harus tepat.
C. Jenis tanaman yang hendak dipilih
Pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam di taman yang kita buat semestinya disesuaikan dengan tema (gaya) taman yang kita pilih. Taman tropis misalnya, didominasi dengan jenis tanaman yang sering tumbuh di daerah tropis. Contohnya pakis, palem, kadaka, pandan laut, dan lain-lain. Pemilihan jenis tanaman juga didasarkan berdasarkan fungsinya, misalnya tanaman yang hendak kita tanam berfungsi sebagai penutup tanah. Berawal dari situ, kita bisa memilih berbagai jenis tanaman penutup tanah, baik tanaman hias bunga atau tanaman hias daun. Bisa juga tanaman yang hendak kita pilih digunakan sebagai tanaman sentral. Biasanya, jumlah tanaman ini di taman hanya satu atau dua pohon saja.
Hal ini tentunya bertujuan sebagai pusat perhatian ketika pertama kali kita memasuki taman. Umumnya, tanaman yang digunakan sebagai tanaman sentral berupa tanaman hias eksklusif dengan tampilan sosok tanaman yang menawan. Jika berupa tanaman hias bunga, tentunya memiliki kuntum bunga yang menarik. Dan jika berupa tanaman hias daun, tentunya juga memiliki bentuk dan warna daun yang atraktif.
Pemilihan jenis tanaman juga harus disesuaikan dengan ketinggian tempat. Perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh terhadap rentang kisaran suhu pada siang dan malam hari. Rentang kisaran suhu pada daerah rendah lebih panjang dibandingkan dengan dataran tinggi. Jika taman yang kita miliki berada di dataran tinggi (> 700 m), sebaiknya jenis tanaman yang ditanam pun berupa tanaman hias dataran tinggi, baik tanaman hias bunga maupun tanaman hias daun. Demikian sebaliknya. Beberapa jenis tanaman hias dataran tinggi yaitu krisan, lili, pinus, melati kosta, dan lavender.
Demikian juga bila taman yang dibuat berada di dataran rendah (< 200 m) maka jenis tanaman hias yang dipilih pun sebaiknya berupa tanaman hias dataran rendah. Beberapa contoh di antaranya yaitu adenium, ephorbia, beringin, palem-paleman, dan kemuning.
(gambar taman di dataran tinggi dan taman di dataran rendah)
D. Warna
Warna bagi sebagian orang memiliki makna yang cukup dalam. Warna yang muncul dari sebuah taman banyak didominasi oleh warna tanaman yang ditanam. Warna hijau tentunya sangat mendominasi karena umumnya daun berwarna hijau. Sebagai penyelaras warna hijau, banyak pilihan yang bisa dibuat. Umumnya, penyelaras warna tersebut dimunculkan dari warna daun (selain hijau), bunga, batang, buah dan biji, serta beberapa macam elemen keras. Beberapa warna dari bunga antara lain kuning, merah, merah muda, ungu, putih, dan lain-lain. Warna kuning misalnya, bisa didapat dari warna bunga mawar, kemuning, soka, kembang sepatu, lili, dan lain-lain. Elemen keras pada taman juga akan memberikan kesa warna yang berbeda. Patung misalnya, memberikan warna yang lebih alami, seperti abu-abu. Kolam dengan berbagai jenis bebatuan alam akan memberikan kesan dinamis pada taman rumah tinggal. Sementara, berbagai pernak-pernik seperti gentong akan memberikan nuansa etnik dan eksklusif.
E. Aroma
Aroma yang ingin dimunculkan dari sebuah taman tentunya aroma yang sedap. Sumber aroma dari taman yaitu bunga. Saat kuntum mekar, aroma bunga akan menebar ke penjuru taman. Bagi sebagian orang, aroma bunga bisa digunakan sebagai aroma terapi untuk penyembuhan berbagai jenis penyakit. Beberapa jenis tanaman yang berbunga harum misalnya, sedap malam, melati, kemuning, lavender, mawar, dan lili.
(gambar kebun lavender)
F. Pembuatan sketsa
Setelah semua unsur pembentuk taman ditentukan, terakhir yaitu pembutan sketsa taman. Sketsa taman bisa dibuat di atas kertas atau langsung di komputer. Namun, untuk mempermudah, biasanya orang lebih suka membuatnya di atas kertas untuk kemudian diwarnai di komputer. Ada juga sketsa yang diwarnai di kertas dan tidak perlu dipindahkan ke komputer. Sebaiknya, pembuatan sketsa dibuat sedetail mungkin. Semua unsur-unsur elemen-elemen taman masuk dengan perbandingan yang jelas. Misalnya, penggambaran kolam diilustrasikan dengan jelas dengan tampilan warna yang betul-betul menyerupai warna aslinya. Jenis tanaman pun harus digambarkan dengan jelas. Penggambaran tanaman untuk pagar, penutup tanah, tanaman sentral, dan tanaman pohon pelindung harus jelas. Elemen keras taman, misalnya ayunan, tempat sampah, jalan setapak, dan lampu taman juga harus tergambarkan dengan jelas.
Perawatan Taman
Agar keindahan taman bisa dinikmati setiap saat, tentunya taman perlu dirawat. Dengan perawatan taman, kondisi dan gaya taman bisa dipertahankan seperti pada konsep awal. Perawatan taman tidak hanya terbatas pada tanaman saja, elemen keras juga perlu dirawat agar keberadaannya tetap berfungsi dengan baik. Memang perawatan tanaman sebagai elemen lunak pada taman lebih rumit dibandingkan perawatan elemen keras. Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam perawatan taman rumah tinggal.
A. Perawatan elemen lunak (tanaman)
Sebagai mahluk hidup, tentunya tanaman akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut ada kalanya diharapkan demi tercapainya tujuan tertentu, misalnya ukuran tanaman yang diinginkan. Pembentukan bunga juga merupakan jenis pertumbuhan yang diinginkan. Namun, pada kasus-kasus tertentu, pertumbuhan cabang yang tidak beraturan atau yang berubah dari bentuk awalnya tidak diinginkan oleh pemilik taman. Secara umum, pemeliharaan pada tanaman yaitu pemangkasan, pemupukan, penyiraman, dan penyiangan tanaman.
1. Pemangkasan tanaman
Pemangkasan dimaksudkan agar tanaman memiliki bentuk sesuai dengan yang kita inginkan. Pada beberapa tanaman, pemangkasan ditujukan untuk menghidanri penggunaan nutrisi yang berlebihan pada pertumbuhan vegetatif (daun dan tunas) sehingga nutrisi untuk pertumbuhan generatif (bunga dan biji) terbatas. Pemangkasan bisa dilakukan pada hampir semua strata tanaman, misalnya tanaman pohon, tanaman semak, dan tanaman penutup tanah, termasuk rumput. Adapun cara pemangkasan pada masing-masing tanaman berbeda.
(gambar org sedang memangkas tanaman di kebun)
a. Pemangkasan Pohon
Pemangkasan tanaman pohon umumnya ditujukan untuk fungsi keamanan. Tanaman pohon yang terlalu rimbun dengan daun dan dahan dikhawatirkan tumbang ketika hujan dan angin kencang. Untuk tujuan ini, pemangkasan biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin gergaji. Selain prosesnya lebih cepat, tanaman yang dipotong dengan mesin gergaji akan menghasilkan potongan yang rapi. Umumnya, pemangkasan untuk jenis ini dilakukan ketika musim hujan akan tiba. Di samping agar dahan atau pohon tidak tumbang ketika hujan deras bercampur angin kencang, pemangkasan pada waktu musim hujan juga bertujuan agar pertumbuhan tanaman setelah pemangkasan lebih cepat. Dengan demikian, dalam waktu dekat tanaman sudah rimbun dengan ditumbuhi dahan, ranting, dan daun.(gambar org sedang memotong pohon di jalan dgn gergaji mesin)
b. Pemangkasan tanaman semak
Tanaman semak merupakan tanaman yang jumlahnya cukup banyak di sebuah taman rumah tinggal. Pemangkasan pada tanaman jenis ini dimaksudkan agar tanaman bisa berbunga lebih cepat dan lebat. Di samping itu, pada jenis tanaman hias daun, pemangkasan tanaman ini bertujuan untuk mempertahankan bentuk-bentuk yang unik (topiari). Untuk tujuan ini, pemangkasan harus dilakukan secara berkala, misalnya sebulan sekali. Tanaman pagar juga perlu dipangkas agar bentuk awalnya bisa dipertahankan dan terlihat rapi. Alat yang umumnya digunakan untuk pemangkasan tanaman hias semak yaitu gunting tanaman. Gunting pangkas untuk tanaman beragam ukurannya. Pemilihan sebaiknya didasarkan pada ukuran tanaman yang hendak dipangkas.
c. Pemangkasan rumput
Rumput merupakan tanaman yang berfungsi untuk menutupi tanah agar tidak mudah terkikis oleh air hujan. Di samping itu, rumput juga berfungsi untuk pemantulan cahaya agar sinar matahari yang jatuh ke tanah tidak langsung terserap oleh tanah. Sebaiknya, rumput tidak sampai berukuran tinggi sehingga terkesan rapi. Pada beberapa jenis rumput, pemotongan biasanya dilakukan sebulan sekali. Alat yang digunakan untuk memangkas rumput yaitu gunting rumput, baik yang berbentuk gendong atau tractor dawn. Bila areal taman yang ditanami rumput tidak terlalu luas, mesin pemotong rumput bentuk gendong sudah cukup. Sementara, bila areal tanaman rumput cukup luas, pemangkas rumput bentuk tractor dawn merupakan pilihan yang tepat. Di samping cepat, alat ini juga memudahkan dalam proses pemotongan rumput
2. Pemupukan tanaman
Untuk bisa tumbuh dan berbunga dengan indah, tanaman membutuhkan berbagai unsur nutrisi (hara). Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman memang sudah menyediakan unsur hara. Namun, ragam dan jumlah yang tersedia mungkin tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman. Pada kondisi seperti inilah, tanaman perlu untuk dipupuk.
Di pasaran, jenis pupuk yang ditawarkan sangat beragam. Hal yang perlu dipahami tentang pemilihan dan penggunaan pupuk yaitu karus disesuaikan dengan kebutuhan tanah dan tanaman. Ketahui terlebih dahulu kandungan pupuk yang hendak dibeli.
(gambar jenis-jenis pupuk)
Komponen yang paling dominan dalam pupuk yaitu unsur-unsur makro, yaitu unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah besar. Beberapa contohnya yaitu, Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Untuk tanaman yang baru ditanam atau dalam masa pertumbuhan vegetatif (tunas dan daun), sebaiknya menggunakan pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Hal ini dipilih karena pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman banyak membutuhkan nitrogen, sedangkan kebutuhan fosfor dan kalium dalam jumlah sedikit. Sementara, bila tanaman tersebut dalam masa pertumbuhan generatif (pembungaan), sebaiknya pupuk yang dipilih yaitu pupuk dengan kandungan fosfor yang tinggi.
3. Penyiraman
Penyiraman pada tanaman tidak hanya dilakukan pada media tanam (tanah) saja, melainkan juga pada bagian-bagian tanaman. Pada dasarnya, penyiraman bertujuan agar media tanam menjadi lebih gembur sehingga akar tanaman akan lebih mudah untuk mengambil unsur hara di dalam media tanam. Sementara, pada tanaman itu sendiri, penyiraman bertujuan untuk menurunkan tingkat penguapan akibat teriknya sinar matahari. Sebaiknya, penyiraman dilakukan dengan air bersih. Waktu yang tepat untuk penyiraman yaitu pada pagi atau sore hari. Hal ini didasarkan pada saat tersebut, intensitas cahaya yang dipancarkan oleh matahari sudah tidak tinggi lagi sehingga tanaman tidak terlalu stres karena perbedaan suhu yang drastis. Penyiraman sangat dibutuhkan tanaman pada saat musim kemarau. Sementara, alat yang umumnya digunakan untuk penyiraman yaitu gayung dan ember, selang, embrat, serta sprinkler. Pemilihan alat-alat penyiraman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.
4. Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan tanaman-tanaman yang tidak diinginkan yang tumbuh disekitar tanaman utama, umumnya disebut gulma. Gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman utaman (tanaman hias) akan merebut nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman utama. Tidak hanya, itu, dalam mendapatkan sinar matahari pun antara tanaman utama dan gulma akan saling berebut. Sebaiknya, penyiangan dilakukan secara berkala, misalnya sebulan sekali. Penyiangan bisa dilakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan cangkul.
B. Perawatan elemen keras
Perawatan elemen keras memang tidak serumit perawatan elemen lunak (tanaman). Namun, perawatan yang benar pada elemen keras akan mempertahankan fungsi utama elemen keras tersebut. Umumnya, perawatan yang dilakukan yaitu pembersihan area taman, pengecatan, pengurasan kolam, dan penggantian lampu yang mati. Pembersihan area taman dilakukan setiap hari, pada pagi atau sore hari. Pembersihan dilakukan dengan menyapu dan membuang smapah-sampah yang berada di lokasi taman. Pengecatan dilakukan pada pagar, tiang lampu taman, gazebo, tempat duduk, dan lain-lain. Kolam juga perlu dibersihkan secara berkala. Pertama, kolam harus dikuras. Buang air lama yang telah kotor. Sikat dasar dan dinding kolam dengan sabun agar lumut-lumut yang tumbuh bisa hilang. Isikan kembali air besih ke dalam kolam bila kolam sudah bersih. Pemeliharaan juga perlu dilakukan pada tiang lampu taman yang terbuat dari batu alam yang ditumbuhi lumut. Sikat dan cuci bersih dengan sabun.
Daftar pustaka
Arifin, Hadi Susilo dan Nurhayati HS Arifin, 2005. Pemeliharaan Taman. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Soeseno, Slamet 1995. Taman Indah Halaman Rumah. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sulistyantara, Bambang, 1992. Taman Rumah Tinggal. Penebar Swadaya, Jakarta.
Tim
Penulis: Surip Prayogo
Pengkaji Media: Irvana steviano
Programer: Andi Sulistyono
Grafis: Yane Hendarrita

Jantung

Jantung

Download Perangkat IPA

About Me